CHAPTER 6

1391 Kata
Sesampainya diruang keluarga, aku mengernyitkan dahiku, karena meliha bunda yang menangis, “Bunda kok nangis???” Tanyaku panik dan langsung menghapus air mata ibuku tapi dia menepis tanganku, aku sangat kaget,kenapa bunda kayak gini? “Bunda kenapa?” Tanyaku lagi “Bunda kecewa sama kamau Ralina anastasya,Bunda KECEWA!!!” ngerti kamu”. Aku terhenyak beberapa saat mendengar untuk pertama kaLinya ibuku itu marah padaku tapi ada apa sebenarnya?Kenapa bunda sangat marah? “Bunda....bunda kenapa?” Tanyaku sudah berisak tangis “Apa jagan jangan kak Vano...” batinku menerka nerka “Kamu liat ini Ralina! KAMU LIAT!” bunda menunjukan beberapa lembar foto yang sama persis dengan apa yang di tunjukin sama kak Vano siang tadi di sekolah. “Kamu liat ini” lirih bunda sambil menghidupkan tv dan dvd, aku bener bener kaget dan gak habis pikir, di vidio itu aku terlihat seperti jalang bersama kak Vano “Astaghfirullah” ucapku “Bawa bunda ke  rumah laki-laki itu Ralina” bunda berisak padaku dan itu membuatku semakin sakit mendengar orang tuaku satu satunya menangis “Bunda vidio itu ga bener, itu rekayasa” ucapku di iringi isak tangis “Pokoknya bunda ga mau tau, besok bawa bunda ke rumah laki-laki tak bertanggung jawab itu” itulah akhir dari kata kata bunda sebelum bunda pergi ke kamar dan meninggalkanku di ruang keluarga sendiri. Akupun beranjak pergi ke kamarku dan membersihkan tubuhku, aku mencuci mukaku lalu mengistirahatkan tubuhku, Aku masih berpikir, kalau bunda besok beneran ke rumah kak Vano gimana dong? Lalu aku mengambil hp ku, akupun ngasih tau ke kk Vano kalau bunda udah tau dan bunda kekeuh bakal kerumahnya PING- Ralina Hm? - Kevona.a Gw mau ngomong penting, tapi tingguin gue ngetik ya kak! -Ralina Hmmm - Kevano Ni orang asli ya pengen banget gua cakar, udah nulis panjang panjang jawabanya hm doang Kak,bunda gw tau soal poto kita, gw g tau bunda dapet dari mana,gw bener bener takut kak, oh iya bunda juga dapet vidio kek vidio bok*p tapi isinya kita, parah banget kak, bunda tadi marah marah sama gw, dan intinya dia tetep kekeuh mau ke rumah lu, gmana dong kak? - Ralina Gua udh tau lu bakal nilang ini- KeVano *bilang – KeVano   Karena gua juga dapet,kalau masalah bunda lu mau kerumah gua, bawa aja. soalnya mama gua juga mau ketemu sama orang tua lu, besok pulang sekolah pulang sama gua , suruh bunda lu nunggu di rumah gua, sekaLian kita bahas masalah ini- KeVano Gua ga nerima penolakan - KeVano Hmm ya uah deh- Ralina Pulang sekolah sama dia?  Dia mau gua  mati di amuk ama cabe sekolah kali ya? Ga mikir tau ga. Udahlah akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke alam bawah sadarku.       *** VANO pov.   Akhirnya selesai juga nih acara, “Vano, gua pulang duluan ya” ucap Vino “tapi gua pake mobil, lu bawa motor aja” sambungnya dan ku jawab dengan anggukan.   Akupun memberikan kunci mobil pada Vino, setelah itu aku merapihkan barang barang ku dan memasukanya ke dalam tas, ku pakai jaketku dan langsung mengendarai motor menuju rumah,untung saja jalanan tidak macet jadi aku bisa sampai rumah dengan cepat rasanya tubuhku remuk apalagi tadi saat menolong Ralina, badanku rasanya ingin patah, aku sangat rindu dengan kasur ku. Aku memarkirkan motor di garasi, tapi ku lihat ada mobil ayah? Tumben ayah pulang,bukannya hari ini bukan jadwalnya ayah pulang? Lalu aku memasuki rumahku,   “Assalamualaikum... Ma...Vano pul-” PLAK!!!   Ada apa ini? apa yang terjadi? bahkan aku belum sampai ke dalam rumah dan ayah menamparku dengan penuh amarah?, ku lihat mama sudah menagis dan aku merasa ada perasaan kecewa dalam tatapannya. Aku bangkit dari jatuhku karena tamparan ayah tadi dan ku lihat ayah dengan tatapan penuh tanda tanya,ayah masih mengepalkan tanganya dan akan memukulku tapi mama menahan tangan ayah.   “Udah mas, selesaiin dengan kepala dingin” nasehat mama dengan air mata masih di pipinya pada ayah dan akhirnya meninggalkan ku dengan kebingungan ke ruang tengah, ayah mengusap wajahnya frustasi, ya Allah ada apa ini sebenarnya? Apa jangan jangan tentang Ralina? Arghhh Akupun menaiki tangga dan memasuki kamarku, aku benar benar merasa lelah dan akhirnya ku putuskan untuk mandi dan membersihkan bekas luka akibat tamparan ayah tadi, setelah selesai mandi terdengar seseorang mengetuk pintu kamarku. Tok tok tok “Kak?” Teriak adik perempuan ku kayla Aku tidak menjawab,aku masih berfikir ada apa sebenarnya lagipula pintuku tidakku kunci,”Kak, gua masuk ya” ucapnya lagi,dan ku lihat dia sudah menutup pintu kamarku. “Kak, gua percaya kok itu bukan lu, gua yakin kaka gua yang satu ini ga bakal ngelakuin hal sebejat itu, kalau kak Vino sih mungkin gua percaya-percaya aja, tapi kalau lu gua ga percaya kak” ucap kayla yang sudah duduk di tepi ranjangku, aku mengernyitkan dahiku karena perkataanya “Maksudnya?” Tanyaku bingung “Lu di panggil ke ruang tengah sekarang” lalu dia pergi meninggalkan ku, tanpa menjawab pertanyaanku itu. Aku langsung memakai kaos santai, dan turun menuju ruang tengah,ku lihat Kayla menuju ke arahku dan menarikku. “Ga jadi di ruang tengah kak, di ruang tv” ucapnya sambil nyengir,Aku hanya mengekor di belakang kayla menuju ruang tv dan ku lihat di sana ada Vino ayah dan mama. “Duduk” Titah ayah setelah melihatku, “Jelasin” perintah ayah dengan melemparkan beberapa lembar poto yang persis dengan apa yang di berikan oleh Vino siang tadi, lalu ku lihat kayla mem -play sebuah vidio syur yang benar benar menjijikan. “Aku akui kalau poto ini real” ucapku tegas, ku lihat mama menutup mulutnya dengan tangan dan meneteskan air matanya saking ga percaya dan kayla geleng geleng kepala,Vino menghembuskan napas kasar dan ayah? Rahangnya mengeras dan tanganya memutih karena menhan emosinya “Tapi” mereka semua menatap ku dengan maksud lanjutkan ” kalau vidio, itu 100% rekayasa” lanjutku “Poto itu emang real tapi aku ga ngapa-ngapain ma,yah” aku menatap mereka bergantian, “Kami di jebak, percaya sama aku, aku ga mungkin ngecewain mama sama ayah” ucapku. “Bawa orang tua gadis itu, kita selesaikan masalah ini secara kekeluargaan” setelah mengucapkan itu ayah pergi memasuki kamar di susul mama dan meninggalkan kami semua yang masih berada di ruang tv. “Gua percaya samaa lu kak” kini kayla yang bicara dan menepuk pundakku lallu juga pergi ke kamarnya,Vino? Sepanjang obrolan tadi, tatapanya kosong ntah kemana. Aku pun beranjak dari duduku, ku ambil remote dan ku matikan vidio itu tak lupa aku mengambil kasetnya setelah itu aku memasuki kamar untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran ku. Belum lama aku memejamkan mata, ku dengar notif bbm dari hp ku, ku lihat  ternyata Ralina PING -Ralina Hmm- KeVano Gua mau ngomong penting, tapi tungguin gua ngetik ya kak - Ralina Apa orang tuanya juga udah tau? Kak, bunda gw tau soal poto kita, gw g tau bunda dapet dari mana,gw bener bener takut kak, oh iya bunda juga dapet vidio kek vidio bok*p tapi isinya kita, parah banget kak, bunda tadi marah marah sama gw, dan intinya dia tetep kekeuh mau ke rumah kk, gmana dong kak? - Ralina Gua udh tau lu bakal nilang ini- KeVano *bilang – KeVano   Karena gua juga dapet,kalau masalah bunda lu mau kerumah gua, bawa aja. soalnya orang tua gua juga mau ketemu sama orang tua lu, besok pulang sekolah pulang sama gua , suruh bunda lu nunggu di rumah gua, sekaLian kita bahas masalah ini- KeVano Gua ga nerima penolakan - KeVano Hmm, ya uah deh - Ralina Ya uah? Typo kali lu Aku hanya membaca pesanya, setelah itu aku pun memilih untuk tidur *** Paginya aku pergi sekolah dengan mobil karena aku akan pulang dengan Ralin, tak ada yang istimewa di sekolah setelah pulang sekolah aku langsung ngontact Ralin dan menunggunya di tempat bu Idah, tapi tak ada balasan sedikitpun darinya. Ada niat buat pergi dan meninggalkanya karena saking lamanya aku menunggu tapi dia malah menyuruhku menunggunya sebentar lagi. Akhirnya akupun menunggunya sebentar dan mengirimkan alamat rumahku untuk dia kirimkan ke bundanya. Ku lihat dia ngos ngosan, apa dia lari? Bodo amat lah, saking kesalnya belum dia ngomong aku udah narik dia ke dalam mobil dan melajukan mobilku. Di perjalanan dia meminta maaf karena ngebuat aku nunggu dan aku. Ku lihat dia sangat risih dan khawatir lalu aku coba menjelaskan gimana caranya dia bersikap ntar pas di tanya tanya sama bonyok aku, dia ternyata penurut,aku suka. eh?    
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN