Tepat pukul tiga sore, aku pun dijemput mas Arfan. Aku memang udah siap dari tadi. " Mas, sebenarnya kamu gak perlu beliin aku gamis baru. Aku masih ada yang bagus untuk di pake keacara pesta," ucapku setelah berada didalam mobil. " Mer, aku mohon sama kamu untuk tidak menolak pemberian dariku," pinta mas Arfan yang membuat aku tidak menjawab lagi. " Mas, apa betul kamu belum punya kekasih?" Aku mencoba bertanya masalah pribadi mas Arfan. Aku bertanya bukan karena aku sudah jatuh cinta, tapi aku khawatir, ada perempuan lain yang tersinggung dengan kehadiranku. Aku tidak mau, gara - gara kebersamaanku ada hati yang tersakiti. " Aku baru putus dengan pacarku Sinta tiga bulan yang lalu," jawabnya. " Kok bisa putus?" tanyaku penasaran. " Aku menjalin hubungan dengan Sinta selama satu

