Setelah kepergian Yuyun dan Raya, aku pun membawa suamiku masuk kekamar kami. Sebuah kamar yang cukup luas walau pun tidak seluas kamar kami waktu saat di Bandung, tapi ini lebih nyaman. " Mas, sebaiknya aku bantu kamu untuk mandi," ucap Aleksa sambil menghentikan kursi roda Arman disamping tempat tidur. " Memangnya kamu tidak keberatan untuk membantu aku mandi?" tanya Arman sambil memegang jemari tangan Aleksa yang berdiri dihadapannya. " Aku ini istri kamu, mana mungkin ada rasa keberatan untuk membantu kamu mandi," jawab Aleksa.Sementara tangan Arman kini berpindah melingkar dipinggang Aleksa. Menariknya secara perlahan hingga akhirnya Aleksa duduk dipangkuan Arman. " Bagaimana kalau kamu juga sekalian ikut mandi," ucap Arman membisik ditelinga Aleksa, sambil mengelus pipi Aleksa ya

