POV Anisa Sekitar pukul 23.00 WIB, Aku dan Nathan sudah kembali ke Villa. Aku langsung masuk kamar untuk ganti pakaian sekaligus membersihkan mike up yang masih menempel diwajahku. Ada perasaan bersalah dalam hatiku, karena sudah menyentuh laki - laki yang bukan muhrimku. Namun, itu semua aku lakukan agar membuat hati Nathan semakin yakin kalau aku mau menikah dengannya. Rencanaku akan aku mulai besok, semoga orang - orang kang Fariz sudah mulai datang untuk membantu menyelesaikan tugasku. Kukirim pesan ke poncel suamiku, agar mereka bersiap untuk menjumputku besok pagi. sementara aku sudah membeli olbat penguras perut yang akan aku campurkan dengan sarapan pagi besok. " Mas, semoga saja rencanaku berhasil," ucapku dalam hati sambil memandang wajah yang dalam cermin. Tanganku mengel

