Zahra berjalan sembari mengitari pusat perbelanjaan. Sendirian saja. Toh, biasanya juga jalan sendiri. Tidak mengajak Ruian, karena cowok itu mungkin sedang sibuk. Mungkin. Sebab, sudah satu hari tidak ada kabar darinya. Entah lah, terserah Ruian saja. Sebenarnya, ini cuma alasan Zahra mengincar barang diskon, padahal dia hanya ingin jalan-jalan saja sekitar sini. Em ... bisa dibilang cuci mata kali ya. Daripada di rumah stres memikirkan segala masalahnya. Semenjak Badai menyatakan cinta sampai putus, ada saja masalahnya. Pun sekarang, sedikit lucu karena Badai datang melamarnya semalam. Di mana otak pintar pria berkacamata itu? Kalau pada ujungnya dia datang melamar, buat apa mereka putus? Iya tidak sih? Dia sudah seperti diajak pergi ke langit paling tinggi, tidak lama dihempaskan

