Karena dirasa sudah mendingan, Badai sedang perjalanan pulang ke rumah sekarang. Sebenarnya tadi dia benar-benar tidak enak pada keluarga sang atasan, terutama Bu Mega dan Pak Arlan. Namun bagaimana lagi, Zahra yang sedikit menahannya agar benar-benar sehat dan mendingan dulu, baru diizinkan pulang. Alhasil, sang atasan sampai di rumah atau sudah jam pulang kantor, dia baru keluar dari rumah Hadiutomo. Bersyukur pusing yang melandanya tadi sudah mulai hilang, hanya menyisakan sedikit saja. Jadi dia bisa menyetir mobil sendiri pulang ke rumahnya. Selama perjalanan pulang ke rumah, dia masih sempat kepikiran dengan mimpi sang kekasih. Cukup aneh karena Zahra sampai menangis sesenggukan begitu. Padahal itu cuma mimpi, dan dia jamin tidak ada pernikahannya dengan Salwa. Dia hanya akan menika

