26

1913 Kata

Lamia menatap Tuan Rendra, pengusaha pemilik tambang batubara di beberapa lokasi di Jepang maupun Asia tengah bercakap-cakap heboh. Seakan dia yang paling kaya dan paling berpengaruh dalam pemilihan umum di masa mendatang. Meh, izinkan dia tertawa keras sekarang. Ditambah, Lamia merekrutnya untuk mendukung Roose Abe dengan iming-iming dia akan menjadi pengusaha kaya sekali lagi karena hartanya tidak akan habis. Lamia mendengus pelan. Manusia dan keserakahannya tidak akan pernah lekang oleh waktu. Mereka akan terus membunuh dan membunuh demi harta mereka. Hanya untuk urusan pelampiasan dan rasa dengki. Alis Lamia terangkat. Saat dia tersenyum ramah pada Tuan Rendra yang sedang memamerkan hartanya berupa berlian mahal di suatu tempat antah berantah karena pria muda itu bilang dia menyimpa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN