Aku terbangun dengan kepala yang terasa sangat pusing, bahkan kelopak mataku sangat berat untuk di buka. Seperti ada penjepit mata yang membuatnya agar tetap tertutup. Sulur-sulur cahaya matahari yang lolos dari celah hordeng menyeruak masuk menerangi sebagian kamar. Di luar aku mendengar suara tukang bubur dan tukang-tukang jualan lainya saling bersahutan, biasanya anak-anak kos menghentikan mereka untuk sarapan. Aku melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 06.30. Aku hendak bangun dari posisi tidur, tapi aku malah terjatuh ke sisi kasur. Untung kasurnya tidak menggunakan dipan. Tapi bagaimanapun masih sedikit terasa sakit. Aku ingin bangkit tapi tubuhku terasa sangat lemas, dan yiba-tibs aku merasa kedinginan dan menggigil. Aku meletakkan punggung tanganku di kening dan leherku

