"Jadi kita bakal sekelas nih?" Tanya Lusi pada Niko. "Hem... sepertinya begitu." Jawab Niko. "Wah... bagus dong, kita bakal bisa sering kumpul bareng kayak gini, bisa ke kantin bareng-bareng juga," Akan terkekeh yang di ikuti oleh kami bertiga. "Eh gue balik duluan ya? Bokap nyuruh gue bantuin kerjaannya di kantor. "Oh iya," sahutku, ia pun berlalu dari hadapan kami setelah berbasa-basi sedikit. Meninggalkan aroma parfumnya yang membekas di hidung ku. Yang entah kenapa membuat ku ingin dia tetap tinggal disini. "Ya... ampun, gue harus nemuin seseorang di kelas lain, astaga... kenapa gue jadi bisa lupa gini sih!" Seru Lusi sembari menepuk jidatnya sendiri dengan sebelah tangan. Aku menatapnya sambil menaikkan sebelah alis. Lusi menyeruput sisa minumannya yang tinggal seperempat gela

