Datang ke kantor

990 Kata

Dan disinilah aku, duduk depan Niko yang sejak tadi menatapku, semangkuk mie ayam yang di pesanannya, belum sama sekali kusentuh. Entahlah, rasanya aku sama sekali tidak berselera untuk makan. Niko sibuk mengaduk-ngaduk batagor yang baru di makannya beberapa suap saja. Sepertinya dia ikut tidak berselera makan, melihatku yang hanya mematut mangkuk mie ayam layaknya benda seni yang fungsinya hanya di pajang. "Lo enggak makan?" Tanyanya sembari menggedikkan dagunya pada mangkuk mie ayamku. Aku menggeleng pelan. "Lo enggak laper?" Aku menggeleng lagi. "Tadi pagi udah sarapan?" Aku menghela napas pelan, lalu menggelengkan kepala untuk ketiga kalinya. "Ed deh... kalo di tanya itu jawab dong. Jangan-jangan gelenf-geleng doang, Lo lagi enggak sakit gigi kan?" Aku balik menatapnya tanpa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN