enam belas

1130 Kata

Walau merasa sedikit jengkel karena istrinya menambahkan nama Zamhuri di bagian akhir pesan tersebut, satu hal yang membuatnya sadar, tulisan tangan Seruni masih sama seperti yang dikenalnya. Jingga ingat, dulu dia suka meminjam catatan istrinya. Tulisan di papan tulis kadang amat berantakan dan matanya yang minus selalu bermasalah dalam urusan tersebut. Kadang, tanpa diminta, malah Seruni sendiri yang menyalin di buku catatan pria itu. Meski harus bekerja dua kali, tidak sama sekali Seruni mengomel. Jingga baru sadar, mereka hanya bertengkar bila pria itu merebut tempat duduknya hanya untuk mengambil hati Lusiana. Jingga kemudian meraih termos berisi kopi buatan Seruni, membukanya dan sedikit merasa nyaman kala indera penciumannya menghidu aroma kafein. Disesapnya pelan-pelan kopi yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN