Janji Alex

1625 Kata

Selamat membaca! Setelah terus melangkah menahan rasa sesak di dadanya, Sandra pun akhirnya tiba di kamar. Air matanya seketika pecah, tumpah ruah membasahi kedua pipinya. Ia ingin bersikap biasa. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa apa yang dilihatnya sungguh begitu melukai hatinya. "Sandra, kamu harus kuat. Kamu pasti bisa." Sandra terus meyakinkan hatinya. Menata rasa yang berkecamuk dalam d**a. Sambil mengusap butiran air mata di kedua pipinya, Sandra mulai mengatur ritme napasnya yang terasa sesak. Ia sadar, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi keadaan memaksanya untuk terbiasa melihat semua itu. Tiba-tiba gerakan jemari Sandra semakin cepat membiaskan air mata yang masih tersisa di wajahnya ketika langkah kaki seseorang mulai mendekati kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN