Lima bulan telah berlalu setelah berakhirnya hubungan Samuel dan Raisa. Samuel melalui hari-harinya yang berat dengan tidak adanya Raisa di sisinya. Sesekali ia masih saja melamun dan menangis ketika menyadari bahwa mimpi yang selama ini dirancangnya bersama sang pujaan hati kini hanya akan berakhir menjadi mimpi tanpa bisa terwujud. Samuel berusaha dengan sekuat tenaga dan perasaannya untuk mengikhlaskan ketiadaan Raisa di sisinya, juga berusaha untuk menjalani hidup normal setelah Raisa meninggalkannya. Dengan bantuan Devan dan dorongan semangat dari kakak perempuan satu-satunya, Samuel berusaha fokus pada usahanya yang kini mulai berjalan. Perlahan tapi pasti, usaha Samuel semakin berkembang. Mengembangkan usaha sambil berkuliah tentunya bukan hal yang mudah. Samuel bisa saja me

