Kisah Dirga dan Ailee (3)

502 Kata
Degg.. Jawaban Ailee begitu menyakitkan bagi Dirga. "Ha ha ha.." Tertawa yang begitu kaku. "Sekarang itu bukan saatnya untuk bercanda Ailee.." "Aku lagi gak bercanda Ga.. Aku memilih kak Delio, bukan kamu.." Ada gemuruh dalam hati Dirga yang tidak bisa dijabarkan seperti apa rasanya. Seperti ada ribuan jarum menghujani hatinya. "Ke kenapa??" Meski dia tahu, jawaban Ailee hanya akan semakin membuatnya terluka, namun setidaknya jawaban itu yang akan membantunya memperkuat diri untuk melepas Ailee. "Tidak ada alasan yang spesifik. Kak Delio hanya lebih baik" Jawab Ailee datar. Lebih baik?? Jadi selama ini aku tidak baik? Kalau seperti ini, kenapa dari awal kamu memuja-muja laki-laki yang tidak baik ini?? "Kak Delio lebih dewasa, dan sekarang sudah kuliah. Kak Delio bisa mapan lebih cepat" Ailee melanjutkan jawabannya. Batin Dirga yang sedari tadi bergejolak hanya karena sakit atas pilihan Ailee, sekarang semakin tercabik-cabik mendengar perempuan yang begitu dicintainya membanding-bandingkannya dengan orang lain. "Lalu kenapa? Kenapa 3 tahun yang lalu aku yang..." "Kita masih muda saat itu.." Jawaban Ailee memotong perkataan Dirga. "Aku yang waktu itu adalah gadis muda yang belum bisa menilai dengan benar" Apa maksud perkataanmu, bahwa memilihku waktu itu adalah sebuah kesalahan? "Kita hanya seperti remaja pada umunya, yang terlalu naif mengartikan perasaan kita tanpa memikirkan hal apa yang terjadi kedepannya. Sekarang aku sudah dewasa Dirga, aku sudah memikirkan masa depanku dan seperti apa aku kedepannya, aku ingin bersama dengan laki-laki yang.." "Apa kamu pikir aku tidak bisa menjamin hidupmu di masa yang akan datang?" Tanya Dirga dengan sorot matanya yang tajam. "Aku bukannya sedang menjalin cinta monyet dengan Ailee kecil diwaktu itu, aku bukannya anak yang selalu dimanjakan Ayah dan kakakku sampai tidak memikirkan masa depan yang baik untukmu dimasa yang akan datang. Apa perasaanku yang tulus sama kamu kurang bisa memberimu keyakinan, kalau aku mampu membahagiakanmu??" Jawaban menohok Dirga seolah memberi tamparan pada Ailee, membuat mulut gadis itu terbungkam rapat. "Apa ini wujud aslimu?? Apa yang selama ini kamu perlihatkan sama aku adalah sebuah kepalsuan??" "Dirga.. Aku benar-benar mencintaimu diwaktu itu.." "Buat apa mengatakan perasaanmu diwaktu itu kalau perasaanmu itu tidak bertahan sampai sekarang?? Apa hanya sedangkal itu kamu bisa mencintai??" "Aku..." "Selamat..." Dirga mengulurkan tangannya. Ailee hanya terdiam menatap tangan Dirga dan mengangkat kepalanya menatap wajah Dirga dengan matanya yang berkaca-kaca. Dirga meraih tangan Ailee agar menyambut menyalaminya. "Selamat bergabung dikeluargaku kakak ipar..." Ucapan terakhir Dirga membuat kelopak matanya tidak lagi bisa menahan air yang sedari tadi menggenang disana. Airmatanya jatuh tanpa kedipan mata. Degg.. Ada perasaan ngilu direlung hati Ailee mendengar kata-kata Dirga dan perasaan yang sama sakitnya melihat Dirga yang berdiri didepannya dengan airmatanya yang mengalir menandakan sakitnya. Sedari kecil Ailee tumbuh bersama Dirga, dan entah kapan kali terakhir dia melihat Dirga yang menangis, karena selama ini yang Dirga perlihatkan hanya senyuman manisnya yang berbentuk kotak memperlihatkan deretan giginya yang kecil tersusun rapi. Dirga melepas tangannya, berbalik dan melangkah perlahan menjauh dari Ailee sembari menyeka airmatanya yang entah mengapa tidak ingin menurut pada tuannya untuk berhenti.  Sakit luar biasa yang tengah menerpa perasaannya, kini seolah memenuhi ruang hatinya
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN