Delio berjalan masuk ke sebuah restaurant italy yang sudah ditentukan sebagai tempat bertemu dengan Adyatma. Delio mengarahkan pandangannya pada setiap sudut di restaurant itu, mencari keberadaan seseorang yang memiliki janji temu dengannya hari ini. Seseorang yang hanya ia tahu nama tanpa mengenal rupanya. Melihat kedatangan Delio, seseorang dengan cepat menghampiri Delio yang sepertinya adalah manager di restaurant itu. “Dengan pak Delio?” Tanyanya dengan ramah. “Ah iya betul” “Mari pak, saya antarkan menuju meja pak Adyatma, beliau sudah menunggu bapak” Delio tersenyum dan mulai mengikuti laki-laki itu ke tempat dimana pak Adyatma sudah menunggunya. Tentu saja, untuk seseorang sekelas Delio yang sudah menjadi direktur muda di perusahaan besar, Adyatma harus meres

