21 Sinar matahari pagi menerobos gorden jendela. Davien membuka mata dan mengerjap silau. Sesaat ia bingung sedang berada di mana. Setelah beberapa detik, kesadarannya kembali. Ia memandang ke sisinya. Rasa kecewa menghempasnya tatkala mendapati Jasmine tidak berada di sana. Apakah gadis itu menyesal dan memilih pergi? Davien bangkit dan duduk di pinggir ranjang. Selimut membalut dari pinggang ke bawah. Ia menajamkan telinga, berharap mendengar suara dari kamar mandi, tapi nihil. Rasa gusar menyerang Davien. Ia terhina. Marah. Belum pernah ada wanita yang meninggalkan ranjangnya. Selama ini ialah yang selalu memegang kendali. Ia yang meninggalkan wanita-wanita yang memujanya itu. Tiba-tiba pintu balkon terbuka. Lalu sesosok cantik masuk ke ruangan. Jantung Davien seketika berpacu penu

