Sejak malam itu, Gina tidak pernah menyapa kakaknya, Nadin. Sama sekali tidak ada percakapan lagi antara mereka berdua. Gina selalu menghindar dan tidak mau bertatap muka seakan-akan mereka adalah musuh yang didiamkan berduaan di dalam rumah. Seakan-akan Gina melupakan apa yang sudah dikorbankan oleh kakaknya pada dirinya. Nadin sedih? Tentu saja. Dia sangat kecewa, sebab bukan itu lah yang dia harapkan setelah mengatakan hal itu. Dia ingin agar semuanya baik-baik saja, bukan malah berakhir buruk seperti itu. Mungkin hanya Nadin lah yang menyayangi adiknya, sedangkan Gina sendiri tidak menyayangi kakaknya hanya karena masalah perasaan hati yang tidak terbalaskan. Tega hati Gina tidak menganggap Nadin hanya karena cintanya tidak dianggap oleh Reno. Mengerikan sekali cara pikir seorang G

