Nathan mambuka kaosnya kemudian celananya. Mata Jenny memandang perut kotak-kotak yang selalu Jenny ingat kemudian matanya menuju pada bagian bawah Nathan yang sudah mengembang meski masih tetutup boxer. Pertama kali Jenny melihatnya karena malam itu Jenny belum sempat melihatnya. Nathan kembali berada di atas Jenny “kamu siap?” tanya Nathan, Jenny menjawabnya dengan anggukan. Nathan kembali menguasai bibir Jenny mereka saling membalas, kemudian Nathan beralih ke telinga Jenny “I Love You” bisiknya membuat Jenny meremang. Jenny dimanjakan oleh permainan lidah Nathan di cuping, leher dan selangkanya. “emmmm” Jenny melenguh saat Nathan meremas pelan payudaranya, entah kapan branya terlepas. Tangan Jenny meremas rambut Nathan. “sshhh...aaahhh” desah Jenny saat Nathan mengulum payuda

