AUTHOR Jenny nampak mondar-mandir dikamarnya, sedari tadi perutnya mengalami kontraksi. Dia menatap Nathan yang sedang tertidur. Tak ingin membangunkan suaminya karena kontraksinya masih belum intens. "Sayang bangun" katanya sambil mengusap pipi suaminya "Ada apa?" tanya Nathan sambil mengumpulkan jiwanya "Kita ke rumah sakit, aku mau melahirkan" jiwanya seketika terkumpul dalam hitungan detik "APAAA" dia segera bangkit, mencari telepon gengamnya. "Pak Ujang bersiap kita ke rumah sakit" Nathan segera membawa perlengkapan Jenny yang sudah disediakan jauh-jauh hari "Kamu bisa jalan?" tanya Nathan namun matanya menangkap cairan putih yang sudah menetes dilantai. Dia segera menggendong Jenny ala bridal dengan tas pada sebelah punggungnya. Tidak sia-sia Nathan sering berolahraga. Jenny
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


