Riandra kembali melihat ponselnya. Di sana jelas tertera alamat yang diberikan oleh orang yang tidak kenal. Berkali-kali dia menimang untuk tidak pergi ke tempat itu tapi, jika dia tidak pergi, kemungkinan terburuk macam apa yang akan terjadi padanya atau orang-orang disekitarnya terutama Syam. Karena saat ini, yang dia miliki hanya Syam. Dngan perasaan yang sama sekali tidak menentu, Riandra mencoba bangkit dan meraih laptopnya yang berada di meja yang tak jauh dari ranjangnya. Di sana dia mencoba untuk mengirimkan beberapa email yang sama pada orang-orang yang dia bayar untuk membantunya mengecek tempat yang akan dia datangi juga orang yang akan dia temui malam ini pada mereka, sambil menunggu dia mencoba mencari tahu sendri tempat dari alamat yang dia dapatkan dan seperti yang dia kira

