BAB 24

1711 Kata

“Aaaa... tolong....” Aku berteriak kesakitan karena tanganku yang terkena sengatan listrik. Anehnya, tubuhku tidak langsung pingsan setelah terkena listrik seperti ini. Bahkan, sekarang aku melihat petir mulai menghantam benda benda yang ada di sekitarku. Petir itu bergerak tanpa arah. Namun, dia seperti menjadikan diriku sebagai target terakhirnya. “Moyline....” Aku mendengar suara seseorang sedang meneriakkan namaku. Namun, tubuhku tidak bisa bergerak. Tanganku masih menempel di gagang pintu ini. Semakin lama, aku juga merasa tubuhku semakin lemah. Semua kejadian yang terjadi, seperti ingin membuat diriku mati secara berlahan. “Moyline....” Suara yang sama memanggil diriku lagi. Aku juga dapat merasakan dia semakin mendekat ke tempat aku berlutut. Aku sudah tidak sanggup menopang t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN