BAB 43

1853 Kata

Aku dan Ratu akhirnya keluar juga dari taman itu. Cukup lama juga, kami berputar mengelilingi taman yang sebenarnya tidak terlalu luas. Kami pun tiba di sebuah persimpangan jalan raya. Namun, aku sedikit terkejut dengan penampakan yang aku lihat. “Kok sepi ya?” gumamku. Tempat ini biasanya sangat ramai. Apalagi pada jam segini. Harusnya, banyak orang yang lalu lalang. Baik yang pulang sekolah atau pun pulang dari kantor. Bahkan, banyak juga orang yang sengaja keluar hanya untuk menghabiskan waktu di sore hari. “Iya. Kenapa jalan raya sepi sekali ya.” Ratu ikut mengiyakan ucapan ku. Aku sempat lupa dengan keberadaan Ratu yang sedang di sampingku. Untung saja, Ratu tidak curiga saat aku mengatakan tempat ini sangat sepi. Bisa saja, Ratu beranggapan jika aku mengetahui bahwa jalan ini bia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN