Keanehan yang terjadi di dunia peri masih belum juga menemukan titik cerahnya. Semenjak, aku sampai di dunia ini, aku belum pernah merasakan kehidupan tanpa adanya masalah di sini. Awal yang aku pikir akan terasa menyenangkan di sini, sekarang selalu muncul di benakku keinginan untuk segera pulang. Aku yang sebelumnya beranggapan ini adalah sebuah tempat untuk pelarianku dari semua manusia munafik yang ada di sekitarku. Kini aku beranggapan, hidup dengan mereka lebih baik daripada harus bertaruh nyawa setiap saat di sini. “Apakah yang bisa melihat kamu hanya calon calon Ratu saja?” Aku pun mulai menanyakan sesuatu yang sebelumnya pernah sang pohon ceritakan kepadaku. “Setahuku, memang hanya calon Ratu dunia peri saja yang bisa melihat dan berbicara denganku seperti ini,” jawab sang pohon

