Jenihelt kesal karena ulah saudara kembarnya. Pagi-pagi, dia sudah dapat serangan balik dari Ratu peri, satu-satunya orang yang tidak bisa dia lawan di dunia peri ini.
“Dengan tenaga seperti itu, kamu tidak akan bisa melawan bunda lagi Jeni,” kata Ratu.
“Tetapi Jeni enggak terima, Bunda selalu saja membela Moyline. Bunda selalu pilih kasih,” kata Jenihelt kesal.
“Bukan pilih kasih. Tetapi, kamu selalu menggunakan kekuatan kamu untuk mengganggu Moyline. Sedangkan kamu tahu kan, kalau Moyline tidak mempunyai kekuatan seperti kamu.” Ratu masih sangat bersabar menghadapi tingkah kerasnya Jenihelt.
Jenihelt kesal dengan perkataan sang Ratu. Dia pun dengan sengaja melempar kekuatannya ke seluruh kamar Moyline. Sehingga, kamarnya sudah tidak berbentuk lagi. Dengan kesal, dia pergi meninggalkan sang Ratu. Ratu pun menggerakan tongkatnya dengan sangat cepat. Dengan sekali kibas, semua api yang membakar kamar itu langsung padam. Walau, kamar itu tidak langsung kembali kebentuk asalnya.
Tugas-tugas peri hanyalah mengontrol kekuatan alam. Dia tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikan kerusakan kebentuk semula. Mereka masih memerlukan serbuk ajaib untuk melakukan tugas diluar kemampuan mereka. Sedangkan, serbuk ajaib sekarang sudah mulai sulit ditemui.
“Kalian tolong rapihkan kekacauan ini.” Ratu memerintahkan dua pengawalnya untuk merapihkan semua kekacauan yang dilakukan Jenihelt.
Setelah memerintahkan hal itu, Ratu langsung keluar untuk mengejar Jenihelt. Dia masih sangat khawatir, jika Jenihelt masih punya keinginan untuk melukai Moyline. Jenihelt terbang dengan sangat cepat. Namun, Ratu masih bisa melihat gerakannya. Sesaat, Jenihelt sempat berhenti melihat sebuah kamar di lantai dasar yang dijaga oleh dua orang pengawal. Dia pasti langsung mengetahui bahwa di sanalah tempat Moyline disembunyikan. Tetapi, Jenihelt tidak pergi ke kamar itu. Dia langsung pergi menuju pohon kramat.
Barulah, Ratu merasa tenang. Jenihelt tidak ingin menyerang kembarannya lagi. Walau sebenarnya ratu tahu, jika Jenihelt sering kali melakukan kejahilan lain terhadap Moyline. Tetapi, Ratu yang mempunyai hati baik. Tidak pernah beranggapan, bahwa seorang calon Ratu yang terlahir dari bunga spesial akan melakukan kejahatan.
Ratu pun dengan tenang terbang dari lantai tiga ke lantai dasar menuju kamar tempat Moyline.
“Ratu…” Kedua pengawal itu langsung menunduk hormat saat Ratu sampai di depan pintu kamar itu.
Mereka pun membukakan pintu kamar itu.
“Moyline… kamu tidak papa sayang.” Sang Ratu langsung memeluk Henry dan melihat sekujur tubuhnya.
Dia khawatir terdapat luka di tubuhnya itu. Karena, jika tubuhnya terluka karena kekuatan dari kembarannya itu. Akan membutuhkan waktu lama dalam proses penyembuhannya. Sewaktu mereka kecil hal itu pernah terjadi. Saat, Jenihelt berhasil mengeluarkan salah satu kekuatan yang terpendam di dalam tubuhnya.
Saat itu, Moyline tidak bisa mengeluarkan kekuatan sama sekali. Dia hampir sama dengan Yugle. Makhluk yang tidak memiliki kekuatan dan berwajah buruk. Mereka hampir tidak pernah menunjukkan wujud mereka di depan para peri yang memiliki kekuatan. Tetapi, mereka selalu diam diam mencuri kekuatan para peri untuk mereka gunakan di tubuh mereka. Jika kekuatan itu cocok dengan tubuh mereka, maka sedikit demi sedikit dia akan berubah menjadi peri. Dan peri aslinya akan hancur.
Namun demikian, para Yugle tidak pernah berhasil menemukan kekuatan yang cocok untuk tubuh mereka. Yugle yang mencoba mengambil kekuatan peri, selalu bernasib lebih buruk dari wujud aslinya. Sehingga, mereka pun takut untuk mencuri kekuatan para peri. Mereka hanya mampu bersembunyi. Dan kami pun tidak ada keinginan untuk memusnahkan para Yugle. Bagaimana pun, mereka juga keturunan peri yang lahir dari bunga. Namun tidak memiliki kekuatan apa pun. Saat mereka beranjak dewasa, tubuh mereka pun semakin buruk dan mengeluarkan aroma yang berbeda-beda. Aroma itulah yang membuat laut, langit dan bunga bunga tumbuh dengan indah.
Tetapi selain mengeluarkan aroma, para Yugle itu juga mengeluarkan keringat yang munculnya satu abad sekali. Keringat itu di dunia manusia dikenal dengan virus. Dia memang akan hinggap di berbagai tubuh makhluk hidup, termasuk manusia. Dari dulu, Yugle sudah ada. Dan virus yang keluar dari tubuh mereka adalah virus yang menyebabkan tubuh manusia meriang. Dia tidak akan bisa hilang dari tubuh inangnya. Hanya bersifat tidak aktif atau aktif di sana. Sampai si virus itu, memutuskan untuk pergi dari tubuh itu. Namun, jika tubuh itu tidak cocok dengan kondisi virusnya. Maka virusnya yang akan hancur dan hilang.
“Moyline, kamu semakin dewasa semakin cantik saja,” kata sang Ratu melihat wajah Moyline yang semakin cantik. Itu yang membuat Ratu yakin, bahwa Moyline bukanlah Yugle.
Di mata sang Ratu, wajah Moyline tetap sama seperti biasa. Hanya saja, seperti sedikit bercahaya. Sedangkan, di mata Henry. Dia melihat wajahnya sendiri di pantulan cermin. Henry tidak mengetahui, bahwa wajahnya sama dengan wajah perempuan yang menyerangnya tadi. Bahkan, sama dengan wajah perempuan yang hadir di dalam mimpinya.
“Oooo… tentu saja. Aku kan memang tampan,” jawab Henry dengan gaya narsisnya.
“Tampan? Emangnya kamu laki-laki?” Ratu menganggap Moyline sedang bercanda.
“Emang….”
“Masak tubuh mungil dan indah seperti ini laki-laki.” Belum sempat Henry berbicara, Sang Rata langsung memutar tubuh Henry dengan mudah. Layaknya, boneka yang berada di dalam kotak musik.
Henry sempat lupa, jika sekarang dia berada di dalam tubuh seorang perempuan. Kulitnya putih, lembut dan tidak ada cacat. Dia pun meraba tangannya sendiri yang sangat indah. Matanya juga terpanah pada buah dadanya yang dapat dia lihat langsung. Karena memang, baju tidurnya yang tipis dan sedikit terbuka, sehingga membuat dia bisa melihatnya dengan jelas.
Dia masih belum percaya, dia bisa melihat gundukan itu di tubuhnya sendiri. Selama ini, melihat hal itu bisa dia lakukan dengan sembunyi sembunyi. Atau menyamar sebagai orang lain. Tetapi, dia tidak bisa menyentuh benda kenyal itu secara langsung. Seperti yang dia lakukan saat ini.
Henry jadi tersenyum senyum sendiri saat melakukan itu. Dia juga merasakan sensasi aneh, saat dia meremas gundukan miliknya sendiri.
“Kamu lagi ngapain moyline?” tanya Ratu yang bingung melihat tingkah Henry.
Karena, dia tidak merasa dipanggil. Henry masih asik menyentuh setiap tubuhnya sendiri.
“Moyline…” Ratu memanggilnya lagi. Tetapi, Henry tetap tidak sadar jika dia yang sedang dipanggil oleh sang Ratu.
“Moyline…” Ratu langsung mengayunkan tongkatnya. Dan membuat tangan Henry berhenti bergerak. Dia merasa tangannya seakan akan ada yang menariknya ke atas.
“Si… siapa?” tanya Henry untuk memastikan Ratu memanggil siapa.
“Bunda dari tadi memanggil kamu Moyline. Apa yang kamu kerjakan?” tanya Ratu lagi.
“Oooo… bunda memanggil aku.” Henry baru sadar bahwa orang yang dipanggil adalah dirinya.
“Aku lupa kalau sekarang namaku Moyline,” gumam Henry pelan.
“Apa?!” Ratu tidak mendengar jelas yang diucapkan oleh Henry.
“Enggak Bunda. Aku lagi suka aja sama tubuhku. Eh maksudnya, kulitku. Entah kenapa, rasanya lebih lembut,” kata Henry mencoba mencari alasan.
“Mana coba Bunda sentuh,” kata Sang Ratu sambil membelai lembut tangan Henry.
Dia pun langsung terkejut. Sensasi yang dia rasakan kali ini lebih aneh, dari pada yang dia rasakan saat dia menyentuh tubuhnya sendiri. Tanpa Henry sadari, muka dia berubah menjadi merah padam.
“Apakah seperti ini rasanya disentuh seorang ibu?” Batin Henry bertanya tanya.
“Ah iya. Lebih lembut,” kata Ratu. Sang Ratu pun baru menyadari bahwa wajah Henry tiba-tiba memerah.
“Kamu kenapa sayang? Kenapa muka kamu merah banget?” Kali ini Ratu langsung memengangi kedua pipi Henry.
“Kamu sakit?” tanya Ratu.
“Ti... tidak Bunda,” jawab Henry.
Ini pertama kalinya, Henry mendapat perlakuan seperti ini. Perlakuan yang diberikan Ratu sangat hangat. Dari kecil sampai sekarang, dia tidak pernah mendapat perhatian seperti ini dari seorang perempuan. Karena dia tidak pernah memiliki seorang ibu dari dia sadar akan dunia. Saat di panti pun, ibu panti jarang memperlakukan anak anaknya khusus. Beliau selalu menyuruh agar mereka saling menjaga satu dengan yang lainnya. Jadi, orang yang menjaga Henry sewaktu bayi adalah kakak kakak panti. Mereka bergantian menjaganya saat bayi. Dan saat Henry sudah mulai bisa berjalan, Mereka membiarkan Henry untuk membaur dengan yang lain.
Baru kali ini, Henry merasakan belaian hangat dari seorang Bunda. Bahkan, sampai dia dewasa. Dia juga tidak pernah merasakan belaian hangat dari seorang perempuan. Ini baru pertama kalinya dia rasakan sentuhan seorang perempuan.
“Ayo, kamu istirahat dulu sayang.” Ratu menuntun pelan Henry ke tempat tidur.
Ratu menyuruh Henry untuk duduk dengan tenang di sana. Tiba-tiba saja, ada sebuah gelas yang terbang ke telapak tangannya sang Ratu. Dia pun memberikan gelas yang berisikan air itu kepada Henry.
Henry sangat bingung. Dari mana asalnya gelas ini. Sedangkan, dia dari tadi mencari air dan gelas untuk minum. Namun, tidak juga dia temukan.
“Ayo minum sayang.” Ratu menyuruh Henry untuk meneguk air itu.
Henry pun melakukannya, walau dia masih sangat terheran dari mana asalnya gelas yang berisikan air ini. Henry meneguk sedikit demi sedikit air itu. Sampai dia tidak sadar, bahwa air itu sudah habis. Airnya sangat sejuk. Tidak seperti air dari kulkas, tetapi tidak juga seperti air yang di masak. Sangat enak dan segar. Bahkan, air itu juga memberikan tambahan tenaga di tubuh Henry. Padahal, dia hanya meminum segelas air. Tetapi dia merasa, sudah meminum air satu teko tinggi penuh. Namun, dia tidak merasa perutnya kembung karena minuman yang sangat menyegarkan itu.
“Sekarang kamu istirahat ya? Jangan kemana-mana dulu.” Ratu meminta Henry untuk membaringkan tubuhnya di kasur yang sangat lembut itu.
Kemudian, Ratu juga menyelimuti Henry. Ratu sangat sayang dengan Moyline. Setelah Ratu membelai lembut rambut Henry yang panjang. Dan memberikannya sebuah kecupan di kening. Ratu pun meninggalkan Henry sendiri di ruangan itu.
Dia masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.
Apakah dia memang menggunakan sebuah obat perubah bentuk tubuh, sehingga seperti sekarang atau tidak?
Lalu, bagaimana dengan keanehan keanehan yang terjadi di sini. Sebenarnya, ini di mana?
Henry sendiri adalah seorang peneliti. Tetapi, dia belum pernah menemukan hal yang saat ini dia alami. Tubuhnya secara keseluruhan berubah menjadi seorang perempuan yang cantik.
Dan yang lebih membuat dia bingung, dia melihat wajah perempuan yang sama dengan di mimpinya itu. Namun, dia tidak seukuran kecil. Melainkan, ukurannya tubuhnya sama dengan dirinya. Ditambah lagi, perempuan yang terlihat sedih di sana. Sekarang berubah menjadi sangat galak dan judes.
Belum lama Ratu dan dua pengawal yang menjaga di depan pergi dari kamar ini. Tiba-tiba saja, Jenihelt masuk ke kamar tempat Henry berada. Dia sengaja menunggu Henry sendirian di sini.
“Ini dia, perempuan yang aku maksud,” gumam Henry pelan
Mau apa lagi Jenihelt ke sini?
Apa yang Jenihelt kali ini inginkan dari diri Henry?
Apa dia memang berniat menyakiti Henry lagi?
Apakah dia akan baik baik saja kali ini?