Baru saja Javier selesai melepas makhluk pengisap darah yang suka tinggal di dalam air itu, sebuah suara letusan senjata api terdengar begitu nyaring dan terasa begitu dekat dengannya. Javier terperangah. Terdengar teriakan panik dari para tamu undangan yang hadir di acara itu, semuanya berlarian menuju pintu keluar. Bahkan tak segan-segan mereka menuruni anak tangga menuju bawah daripada repot-repot menunggu lift yang langsung dipenuhi orang-orang yang panik. Kini, yang tersisa hanya belasan orang saja. Termasuk Javier, Anthonius dan orang-orang dari tim lain. "Mau pergi kemana kau, Vierre?" Anthonius menodongkan senjata api semi otomatis kepada Javier yang memucat seketika. Javier langsung berdecak kesal begitu melihat pistol berkaliber 9 mm yang biasa dibawa oleh aparat kepolisian it

