bab 53

1045 Kata

"Tega kamu ya, masuk rumah sakit enggak kasih tahu aku." Wajah Gevan cemberut ketika mendapati Araya tengah terbaring lemas. Pasalnya, Gevan merasa ada sesuatu yang terjadi pada Araya dan ternyata dugaannya tepat. Parahnya, setelah Gevan menghubungi Araya barulah ia tahu jika Araya sedang di rawat. Araya hanya mengulas senyum tipis. "Aku enggak kepikiran," jawab Araya jujur. "Jadi siapa orang pertama yang kamu hubungi?" Cecar Gevan gemas. "Dokter Arlan," sahut Araya tanpa dosa. Gevan menghela napas, dia merasa kecewa jika dirinya tak diandalkan lagi seperti dulu. "Hebat, kamu malah enggak ingat punya saudara yang sangat tampan yang bisa kamu andalkan. Orang pertama yang kamu pikirkan malah dokter gadungan itu." Tuding Gevan asal. Tadi ia sempat melihat seorang dokter keluar dari rua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN