bab 47

1020 Kata

Rasa mual itu menyerang Araya sepuluh menit sebelum ia berangkat menuju ke lokasi. Entah kenapa tiba-tiba saja perutnya bergejolak seolah calon jabang bayi yang ada di rahimnya memperingatkan Araya untuk beristirahat. Mengingat beberapa hari belakangan, Araya begitu sangat sibuk mengurus ini dan itu. Hampir sepuluh menit Araya berada di dalam toilet. Air mengalir dari wastafel yang ia biarkan terbuka. Kedua sudut mata Araya sedikit berair, seluruh makanan yang ia cerna tadi pagi keluar semua. Bahkan ia dapat mencecap rasa asam di lidahnya. "Ray, kamu baik-baik saja?" Tanya Rama cemas dari balik pintu toilet. Pasalnya saat Rama hendak memberitahu jika supir dan dua staf telah siap, Rama tak menemukan Araya di tempatnya. Hanya terdengar suara air mengalir dari dalam toilet. Tak lama, Ara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN