Dua minggu kemudian. Hari ini Araya akan mengecek kondisi kandungannya setelah minggu lalu ia mangkir karena padatnya jadwal kerja. Dokter Arlan tentu saja mengomel panjang lebar setelah wanita itu mengabarkan menjadwalkan ulang kontrolnya. "Kamu kok cantik banget sih, Ray," komentar Gevan sembari menyetir mobil. "Cuma kontrol aja pun." Araya memutar bola matanya, Gevan kembali menjadi posesif jika Araya berurusan dengan dokter Arlan. "Ya kali, aku pakai daster," jawab Araya. "Kamu kok aneh-aneh aja sih, setiap kali temani aku kontrol suka uring-uringan terus. Kamu cemburu sama dokter Arlan?" Sambar Araya pada Gevan. Aslinya sih Araya mau menggoda Gevan, saudaranya itu seakan mengibarkan bendera perang tiap kali ketemu dokter Arlan. Gevan menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Ya bukan

