bab 59

1658 Kata

Arlan fokus menyeteir dengan kecepatan yang lumayan kencang. Sesekali Arlan melirik ke arah Rama yang tampaknya masih berusaha menghubungi seseorang. Jika dilihat dari raut wajahnya, Arlan berasumsi jika Rama tak berhasil menghubungi orang tersebut. Di malam seperti ini dan mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi membuat Arlan sedikit was-was. Beberapa pengendara motor dengan kurang ajarnya selalu menikung jalan yang ia ambil. "Bagaimana, Gev?" Tanya Rama ketika panggilan ponselnya telah terhubung. Arlan berusaha mencuri dengar, tapi dia sama sekali tak bisa menangkap apa yang sedang Rama bicarakan. Anggap saja jiwa kepo Arlan sedikit berteriak saat ini, karena Arlan tahu dua pasiennya sepertinya sedang tidak akur sama sekali. "Apa? Kamu becanda kan?" Pekik Rama tak percaya denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN