extra part 2

1222 Kata

Shania menyibak tirai gorden saat melihat sepeda motor yang dikendarai Araya memasuki pelataran rumah. Suasana di jalan pasti sudah cukup sepi mengingat waktu telah menunjukkan hampir pukul satu pagi. Tak ada ekspresi apapun yang menghiasai wajah Shania saat ini mendapati anak gadisnya pulang larut malam. Sebagaimana orangtua normal pada umumnya, seharusnya Shania sudah berkacak pinggang sambil melotot tajam ke arah Araya tapi yang ada malah sebaliknya. Shania tak mengambil tindakan apapun dan itu membuat Rama gemas sendiri. Bohong jika Shania tak sayang pada Araya, wanita itu sangat menyayangi Araya melebihi siapapun. Hanya saja sikap Shania yang kelewat dingin itu memang susah untuk dicairkan. Tiba-tiba saja ada tangan yang telah melingkar di atas perut Shania dengan sangat posesif.

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN