bab 26

1036 Kata

Berita heboh yang di bawa Evelyn mau tak mau menyita pikiran Araya. Padahal sedari tadi, hati kecilnya berkata semua akan berjalan dengan semestinya dan semua akan baik-baik saja. Tapi pada kenyataannya, hati dan pikirannya malah kontradiktif tentunya berimbas pada kondisi tubuhnya yang terasa lemas. "Mama enggak tahu harus bilang apa sama kamu selain kata sabar, Ray." Mama mertuanya marah luar biasa. "Kamu jangan cegah mama, Ray. Selama ini mama diam karena mama pikir, Rion benar-benar berubah. Tapi kelakuannya kali ini sudah kelewatan." Mertuanya meminta untuk Araya dapat bertahan. Mendengar ini, Araya hanya mengulas senyum. Bertahan seperti apa yang harus ia lakukan? Segala sesuatu yang ia lakukan hingga detik ini adalah agar menjaga pikirannya tetap waras. Apalagi saat ini ia tengah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN