Gadis kecil itu di turunkan disebuah rumah sederhana, sangat sederhana malahan dibanding rumah Araya yang megah. Sekilas, rumah yang berada di depannya ini hampir sama besarnya dengan rumah tuan kelinci nya yang berada di halaman belakang. Apakah mereka akan bermain di rumah ini? Di rumah kecil ini? Mama Araya pun keluar dari mobil setelah mematikan mesin mobil. Araya kecil mendongak ke arah mamanya yang tak berekspresi itu. "Cepat jalan, jangan jadi anak pemalas." Araya menggigit bibir dalamnya mendengar ucapan mamanya yang jelas sangat tak enak didengar itu. "Kita mau ngapain ke sini, ma?" Araya kecil saat itu tak terlalu tahu tujuan mereka datang ke sini. "Cepat," ucap mamanya lagi sambil menarik tangan mungil Araya. Sesampainya mereka di depan pintu rumah itu, tanpa di ketuk p

