"Oh bagitu ya Mas," ucap Pak Rahmat sambil tersenyum bingung. Ella lantas melangkah meninggalkan pintu utama perusahaan. Langkah kakinya diikuti oleh Zaki dari belakang. Entah apa yang Zaki tengah rencanakan sampai mengikuti dirinya begini? Ella jadi berpikir negatif. Kali saja Zaki ingin menghabiskan uangnya untuk membeli kopi mahal. Bagi pencinta kopi, harga bukan masalah asal sebanding dengan cita rasa. Ella tidak terlalu mengerti konsep ini. Dia tidak terlalu sering membeli kopi dengan harga mahal, paling dalam satu bulan hanya tiga sampai empat kali saja. Bayangkan saja harganya bisa sebanding dengan biaya makan Ella selama 2 hari. Jadi daripada terus membeli kopi mahal, lebih baik Ella membeli cemilan atau jajanan. Ella berhenti melangkah. "Lo ikutin gue?" tanyanya pada Zaki. "Ha

