Gadis ini masih menatap potret dirinya bersama dengan sang tunangan. Tentu saja dia berharap ponsel miliknya berbunyi dan menampilkan nama yang sudah dia tunggu--Reza. Reza sendiri saat ini benar-benar sibuk bekerja. Jadwalnya pun terlihat padat, bahkan beberapa kali keinginannya untuk menghubungi Lara pun tertunda karena Tama memintanya untuk tetap fokus. Suara ketukan membuat Lara kembali ke dunianya. Dia bergegas menuju pintu dan mendapati Bibi berdiri di sana. "Sarapan pagin sudah siap, Non," ucap Bibi. Lara pun mengangguk, Bibi kembali ke belakang untuk meneruskan pekerjaannya. Sedangkan Lara, gadis ini terlihat mengecek kembali ponsel miliknya, tetapi satu notif pun tidak ada. Dia bergegas menuju ke bawah untuk sarapan dan meninggalkan ponselnya di sana. "Za, fokus," tegur Tama.

