Aku tidak pernah menyangka, bahwa Allah begitu baik mengirimkan satu bidadari berwujud manusia. Aku tidak pernah menyangka, jatuh cinta pada gadis kecil yang dulunya sering menjahiliku. Aku tak menyangka, dia adalah rival yang suka membanding-bandingkan dirinya denganku. Masih lekat di ingatan, kala kami masih SD. Saat itu aku kelas 06 SD dan dia kelas 04 SD. Dia menangis sepanjang malam, karena tidak menerima fakta bahwa aku lulus lebih cepat darinya. Bahkan mendapat predikat juara umum. "Gak adil! Udah cepet lulus, kenapa Ikal harus dapat juara umum juga? Aku mau lulus juga!" Dan, akhirnya aku harus menemuinya yang sedang ngambek di kamar. Memberikan hadiah juara umumku padanya. Lagipula hanya tas kecil yang lebih cocok dipakai perempuan. "Nih, buat kamu. Jangan nangis lagi. Makany
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


