Icut memijit kepalanya, merasakan pusing yang begitu menganggunya. Sesekali ia menyesap teh hangatnya, lalu kembali memejamkan matanya. Tadinya ia hendak tidur siang, tetapi begitu Haykal bilang akan pulang, ia memilih menunggu lelaki itu. Namun, sampai saat ini tidak ada kabar apa pun. Hatinya resah, membuka mata dengan lebar. Kali ini tidak bisa dibiarkan, ia menelepon suaminya lagi, tetapi tak ada sahutan. Harusnya mereka jalan-jalan hari ini, tetapi Haykal mendadak harus menemui temannya di cafe, bertemu teman lama. Katanya hanya sebentar, tetapi sampai sekarang belum terlihat batang hidungnya. Baru saja hendak beranjak, tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan rumahnya. Kening Icut berkerut, tampak mengenal mobil itu. Dan, benar saja seperti dugaannya, sosok Rivan dan Devina k

