"Kal!" "I'm here, Cut." Icut menghela napas lega, lantas segera menyeruak masuk ke dalam pelukan suaminya. Ia menangis, menyalurkan ketakutannya, takut kehilangan Haykal. Ia akan sangat menyesal, jika menyia-nyiakan suaminya itu. Tidak, sejak awal, ia memang sudah menyia-nyiakan Haykal. Isakan Icut menjadi goresan luka bagi Haykal. Ia merasa begitu bersalah, karena telah membuat istrinya khawatir dan menangis. Icut berpikir dirinya tenggelam hingga ia jatuh pingsan. Sebenarnya, Icut tidak terlalu memperhatikan Haykal yang ternyata sudah duluan berada di daratan. Ia terlalu kalut hingga tidak menemukan Haykal di kerumunan. Tak berselang lama kemudian, Icut berhenti menangis. Ia bahkan tidak berbicara sepatah kata pun, tenggelam dalam pemikirannya sendiri. Sedikit menyayangkan, piknik me

