"Apa yang sebenarnya terjadi??"hanna berteriak sembari melempar berkas yang baru saja ia baca,salah satu anak perusahaannya mengalami kolep dan itu cukup membuat anah naik darah,karena perusahaan itulah yang selama ini ia unggulkan,diantara anak perusahaan yang lain cabang itulah yang sangat ia andalkan selama ini. Dengan wajah takut salah satu karayawan perusahaannya berusaha membuka suaranya"ma..maaf...!!kami tidak mengetahui secara detail,entah siapa yang mencoba mensabotase barang yang harusnya kita kirim nyonya...!!semua toko bahkan swalayan menolak barang dari kita...mereka semua berdalih jika barang yang kita kirim merupakan kwalitas sangat rendah..." "Rendah...??rendah katamu..??"hanna tersenyum sinis lalu menatap tajam kearah emma,kaki tangannya yang ia percaya untuk memegang a

