Sinar matahari menyoroti wajah cantik Yuka yang tengah terlelap tidur. Sayup terdengar suara teriakan yang mengganggu tidurnya. Bugh Bunyi pintu yang di dobrak oleh seseorang, Yuki menutup kepalanya dengan selimut dan tidak mempedulikan teriakan seorang pria yang tengah memarahinya. “Bangun Yuki, aku tau kau mendengar suara ku. Kau mulai membangkang dan sulit di atur, kau mau mempermalukan keluarga kita hah.” 'Sudah, sudah aku mohon jangan memarahi Yuki. Marah saja kepada ku karena aku tidak becus menjaganya.” Plakk! Yuki menyibak selimutnya dan turun dari ranjang, ia berjalan mendekati Yamamoto. “Cukup, kau selalu memukul mama ku dan mengatur hidup ku, kau pikir kau siapa?” “Apa kau bilang,” Yamamoto bersiap memukul Yuki namun tangannya langsung di tahan oleh Sana. “Berhentilah

