Hening, meski dalam satu ruangan Key dan Altan hanya diam. Mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing, hingga suara gentar ponsel Altan membuyarkan konsentrasi keduanya. “Halo.” “Kamu dimana kenapa tidak menghubungi ku, apa kau baik-baik saja?” “Hm, aku baik-baik saja” ucap Altan sambil melirik Key yang masih fokus dengan laptopnya. “Kapan kau pulang.” “Masih banyak urusan di sini, mungkin aku akan menetap di Paris.” “Apa, pernikahan kita tinggal 2 bulan lagi kalau kau tinggal di sana bagaimana aku bisa mengurus semuanya sendiri.” “Menikah” batin Key, merasa risih dengan percakapan mereka Key membawa laptopnya masuk ke dalam kamar. Altan tersenyum kemudian mematikan ponselnya menghampiri Key, cklek “Kita perlu bicara” Key menutup laptopnya lalu menatap wajah Altan “Ehm, selama i

