Mata Irina membelalak saat melihat ruang kerja Ayden, ia mulai menyalakan layar komputer yang ada di sana. Irina terkejut saat Ayden memperlihatkan kesibukan Irina saat berada di apartemen dan di butiknya. “Bagaimana bisa, dasar m***m kau melihat semuanya.” “Hm, aku menyuruh seseorang untuk menyimpan beberapa kamera di sana untuk mengawasi mu karena aku taku sesuatu terjadi kepada mu saat kau jauh dari ku dan sepertinya kau tidak pernah di sentuh oleh pria lain selain aku.” “Dari mana kau tau kalau aku di culik?” “Sean yang memberi tahu ku, dan aku langsung memeriksa cctv yang ada di sana.” “Bukankan memeriksa cctv harus ada ijin dari pemiliknya.” “Kami tidak membutuhkan itu karena kami bisa melihatnya secara langsung.” Irina tidak percaya dengan apa yang ia lihat, di layar monitor

