Mata Gin dan Stella membulat saat melihat gedung di atas gedung, mereka bergidik ngeri karena di setiap sudut banyak kamera tersembunyi serta penjaga dengan tubuh besar berjejer di sana memberi hormat kepada Ayden. “Ayden tunggu, sebaiknya kita kembali, kau tidak tau kalau ini Bloods,” ucap Stella sampai tangannya bergetar. Tak menghiraukan ucapan Stella Ayden kembali berjalan, mereka berdua tetap mengikuti langkah Ayden hingga berhenti di sebuah ruangan. Ayden membuka ruangan tersebut, terlihat layar monitor yang terhubung ke cctv di berbagai negara. “Woa,” Gin membekap mulutnya dengan kedua tangannya. “Kalian cepat duduk dan cari di mana Irina dari cctv yang terpasang di setiap negara.” Cklek Semua mata tertuju pada seseorang yang membuka pintu. “Ayden mengapa kau membawa orang as

