Kutinggalkan chat dengan Mas Budi, tapi dia terus saja mengirimkan pesan. Namun tentu saja tak lagi kutanggapi, karena pasti isinya juga sama saja. Minta maaf, khilaf, tak mau berpisah, dan ujung-ujungnya hanya menyalahkan Lisa. Padahal sejatinya, mereka berdua itu kan sama saja, sama-sama mau, dan tentunya sama-sama murahan. Kali ini aku akan menghubungi ibu, mengatakan kalau nanti aku akan berkunjung kepada beliau, karena jika tak berkabar lebih dulu, biasanya ibu akan mengomel. Sebelum memghubungi ibu, hatiku lebih tertarik untuk melihat status wa terlebih dahulu. Biasanya suamiku itu amat rajin upload status, ntah itu tentang apapun, yang pasti setiap hari, update status seperti menjadi sebuah keharusan baginya. Benar kan dugaanku, Mas Budi ternyata memiliki banyak update-an status.

