136

1103 Kata

Entah cara apa yang harus kutempuh untuk memberi kesadaran serta membuat wanita muda itu tahu diri, untuk menghargai posisi dan martabatku sebagai mantan istri Mas Hamdan dan Ibu dari anak anaknya. Atau jika dia tidak bisa memberiku penghormatan seperti itu, minimal dia bisa menghargaiku sebagai manusia atau orang asing karena kami memang bukan keluarga dan secara teknis aku bukan siapa siapa baginya. Aku masih terdiam di depan si bibi dengan kepala yang masih berdenyut menahan sakit hati dan gemuruh emosi, kucoba menggali lebih dalam ke ceruk memory lalu kusimpulkan bahwa tingkah Maura sudah benar benar keterlaluan dan tidak bisa dibiarkan. Kemarin sudah kuberikan dia uang dengan ikhlas, kupikir dengan itu dia bisa membeli obat Hamdan. Setelah berulang kali ia melinangkan air mata kesed

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN