109

1215 Kata

Alhamdulillah, ini hari hari yang telah lama kami tunggu dan rencanakan. Aku yang duduk di depan kaca rias dengan para perias yang sibuk memasangkan hijab dan kembang goyang. Aku bisa menatap sendiri betapa pancaran aura bahagia dan haru di mata karena pada akhirnya kudapatkan pengganti suamiku yang direbut orang lain. Aku tak bisa menjamin bahwa Mas Irsyad lebih baik dari Mas Hamdan, tapi setidaknya dekat dengannya membuatku lebih tenang dan bersemangat. Dia tahu cara membuatku tertawa dan meleleh bahagia atas sikap manisnya. "Pengantinnya terlihat pangling," ujar salah seorang MUA ketika memasangkan jilbab slyaer panjang. "Iya, terlihat seperti masih gadis, tubuhnya juga singset, pasti perawatannya bagus ya, Mbak?" balas yang lain. "Ah, gak juga Mbak, saya hanya minum jamu dan sesek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN