72

1231 Kata

Aku tahu persis akibat dari perbuatan hari ini, mengambil barang-barang penting di kantor dan perabotan yang sangat dibutuhkan. Meksi kini perabotan itu hanya teronggok di gudang rumahku begitu saja, dia pasti akan datang dan melampiaskan kemarahan, mengumbar emosi. "Tapi, beranikah dia datang kembali ke sini setelah kemarin diusir Pak RT dan dibentak dengan kencang?" Aku menggumam sambil memakan anggur di sofa ruang tengah. Akan kutunggu Mas Hamdan sampai siang, apakah dia akan datang atau tidak. Aku benar-benar penasaran apa saja yang akan dia ucapkan dan bagaimana sumpah serapah yang akan meluncur dari mulutnya. Entah kenapa semakin hari esensi rumah tangga ini semakin memudar dan hanya menumpuk-numpuk dosa saja. Lagi pula mengapa sampai sekarang panggilan dari persidangan belum ju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN