48

2219 Kata

"Mestinya Mas Hamdan tak lakukan itu di hadapan saya," ucapnya lirih setelah aku berhasil Pukul dua malam, keadaan mas hamdan mulai membaik, dia yang tadinya sangat lemas kini sudah mulai bernafas dengan teratur dan tidur nyenyak. Buliran keringat sudah terlihat di wajahnya menandakan bahwa dia tidak menggigil lagi. "Dia sudah mulai membaik Mbak?" Maura yang datang padaku dimana sejak tadi aku duduk disamping Mas Hamdan dan menungguinya. "Iya, terlihat sudah agak lebih baik sudah tidak pucat lagi seperti tadi," jawabku. "Alhamdulillah ..." Desah lirih gadis itu terdengar jelas. "Mulai sekarang kamu harus lebih perhatian pada kesehatan Mas Hamdan, jangan teledor, Dia memiliki penyakit asam lambung di mana hal itu akan kumat ketika dia stres atau terlambat makan, jangan terlalu banyak m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN