"Udah selesai belum?" Andre berteriak, bertanya dari luar kamar. Sejak beberapa menit yang lalu Andre sudah berada di apartemen Vian, duduk menunggu sambil mengerjakan beberapa laporan untuk besok, agar besok ia bisa sedikit santai karena tinggal menandatangani. Ini yang paling dibencinya dari kaum yang bernama perempuan selain menemani mereka berbelanja, berdandan. Entah apa yang dikenakan Vian sehingga sudah lebih dari tiga puluh menit belum selesai juga. Tadi, saat ia memberitahu akan menjemput Vian mengatakan dia sudah siap. Ia mengira mereka akan bisa langsung pergi begitu tiba di sini, ternyata masih harus menunggu. "I am ready!" Seruan itu membuat Andre mengangkat kepala, menatap Vian, dan berdecak. Ia mengira Vian akan berdandan heboh karena sudah membuatnya menunggu selama le

