Dini bersikeras tak ingin menginap, dia ingin pulang. Selain tak ingin menyusahkan, dia juga sudah merasa baik-baik saja. Lagipula, bukankah dia hanya kelelahan? Beristirahat di rumah adalah solusi terbaik. Dia yakin istirahatnya akan lebih baik kalau di rumah. Di kelilingi oleh orang-orang yang disayangi dan menyayanginya adalah yang dibutuhkannya saat ini. "Gimana, Pa?" tanya Dini begitu Christian sudah kembali ke dalam kamar yang ditempatinya. "Dini boleh pulang sekarang, 'kan?" Dini menatap Christian penuh harap. Pria yang masih terlihat tampan di akhir usia empat puluh itu tersenyum. Ia sudah mendapatkan izin dari dokter Rayhan untuk membawa Dini pulang seperti keinginan putri angkatnya itu. "Dokter Rayhan ngasih izin, tapi dengan syarat kamu harus istirahat total di rumah nggak

