Solusi dalam Kepala

1115 Kata

"Masya Allah ...." Seakan pada kedua mata Vanila ada simbol hati merah jambu.    Sosok Rori yang baru keluar dari kamar nampak begitu cerah, segar, dan mempesona. Vanila baru kali ini melihat laki - laki botak yang taraf ketampanannya begitu melelehkan hati kaum hawa. Orang lain mungkin tidak akan cocok dengan gaya itu. Tapi karena ini Rori, jadi lain ceritanya. Gaya itu terlihat bagus, hanya karena dia adalah Rori.    Rori tersenyum melihat reaksi Vanila. "Saya nurut aja deh sama Mbak Vanila. Ternyata gak jelek - jelek amat botak."    Jelek dari mana. Sepertinya mustahil seorang Rori tampak jelek. Tidak bisa. Dari segala sisi, Rori adalah maha karya Tuhan. Ia adalah seorang master Piece.    Vanila ingin sekali berteriak saking tampannya Rori di hadapannya saat ini. Tapi tentu ia tahan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN